Langsung ke konten utama

Sumber Informasi Sosial dan Humaniora


CRITICAL JOURNAL REVIEW
More product, more process: metadata in digital image collections
Vol 35. No 1


Nama          : Marina Mutiara
Nim/ kelas   : 0601171009/IP-B

Identitas Jurnal
Judul Artikel              : More product, more process: metadata in digital image collections
Penulis                       : Grace Theller
Tahun terbit                : 2018
Sumber database         : www.emeraldinsight.com/2059-5816.htm


Laporan Critical Journal Report

I.                   Pengantar
            Metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola. Metadata sering disebut sebagai data tentang data atau informasi tentang informasi. Setiap perpustakaan pasti memiliki data yang mereka simpan untuk menjadi catatan dan menjadi bukti bahwa perpustakaan tersebut memiliki koleksi dan sebagainya yang tersimpan di dalam perpustakaan tersebut.
            Pada era modern ini, para pengunjung perpustakaan sudah jarang sekali dan malas untuk berkunjung keperpustakaan karena dapat menghabiskan tenaga, uang dan waktu tentunya. Semua orang ingin melakukan hal yang mudah dan praktis untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan baik untuk memenuhi tugas maupun informasi umum lainnya. Mendapatkan informasi memang dapat dikatakan muah namun informasi pada jaman sekarang ini kebanyakan mengandung kepalsuan, namun jika kita mendapatkan informasi dari perpustakaan langsung dari buku yang tecetak maupun non cetak, informasi tersebut merupakan informasi yang fakta karena sudah resmi dan dapat dipercaya, informasi tersebut menambah pengetahuan kita sebagai pembaca dan pembutuh informasi tersebut.
            Perpustakaan digital mempermudah para pengguna untuk mengakses dan mendapatkan informasi dengan mudah dan praktis, walau tidak berkunjung langsung keperpustakaannya, para pengguna perpustakaan tersebut dapat mengakses dari aplikasi perpustakaan tersebut. Dalam koleksi perpustakaan digital tersebut memiliki banyak data walaupun koleksinya yang tercetak tidak bisa kita dapatkan, namun dengan non cetak semua informasi yang kita butuhkan melalui buku yang kita akses di aplikasi perpustakaan tersebut semua dapat kita temukan dengan cara yang sangat mudah dan menghemat waktu.

II.                Ringkasan artikel/hasil penelitian
            MPLP dan Mass Digitalisasi. Greene dan Meissner's teori berfokus pada produk dan mundur dari pengolahan memiliki pengaruhi bagaimana lembaga menetapkan metadata dalam pekerjaan digitalisasi mereka mengalir. MPLP adalah yang paling banyak-disebarluaskan dari teori-teori ini.Lebih Produk, Kurang Proses, Diperkenalkan oleh Mark Greene dan Dennis Meissner pada tahun 2005, menyajikan model menciptakan tolok ukur minimal untuk pengolahan arsip untuk mengurangi backlog dan meningkatkan akses dan penggunaan.  MPLP digunakan untuk mendukung proyek-proyek digitalisasi massal yang membuat diakses secara online material. Akses ini dimungkinkan karena peningkatan digitalisasi bahan dan penurunan waktu pemrosesan.
            Proyek digitalisasi massal telah meningkat baru-baru di seluruh perpustakaan, museum, arsip, dan lembaga warisan budaya lainnya. Cepat pengolahan bahan-bahan ini berarti lebih banyak akses secara online dan analog lingkungan tetap menjaga prinsip pengarsipan dasar. Menghilangkan pengolahan juga akan mengubah ciptaan metadata. Dalam hal ini, rekor koleksi-tingkat akan menjadi satu-satunya metadata yang tersedia. Miller mengakui potensi kebutuhan untuk mempertimbangkan pendekatan hybrid yang mungkin menjamin pemrosesan yang lebih arsip. Secara keseluruhan, ia menyimpulkan bahwa skala besar digitalisasi dengan pengolahan minimal menghasilkansepenuhnya digital, agak dicari koleksi untuk akses online.
            Shan Sutton membahas praktek yang serupa yang mencoba untuk menyeimbangkan produksi skala besar dengan praktek butik. Dalam digitalisasi kertas John Muir di Universitas Pasifik, Sutton mencatat proses pengambilan gambar lebih cepat dan penciptaan metadata terbatas. Proyek ini melibatkan menghabiskan waktu kurang pada scanning dan menciptakan metadata dan lebih banyak waktu menciptakan transkripsi teks lengkap untuk menemani sumber daya online. Sutton mengakui bahwa item tingkat metadata lebih dicari yang membawaperbaikan radikal, Tetapi di proyeknya, biaya untuk menciptakan metadata (yaitu transkripsi) ditutupi oleh hibah.

III.             Keunggulan penelitian
            Keunggulan dari jurnal yang berjudul “More product, more process: metadata in digital image collections” ialah melampirkan dan menjelaskan hasil metadatanya yang berada didalam table, dan dibawah data tersebut banyak sekali penjelasan mengenai data tersebut. Penjelasannya secara detail dan kalimatnya pun mudah dipahami oleh pembaca seperti saya, dan banyak sekali kajian hasil dari penelitian yang ada didalam jurnal ini, semua dipaparkan dan dijelaskan didalam jurnal.
            Isi dari jurnal ini juga memaparkan banyak sekali hasil penelitian dari para-para peneliti, dan dibandig-bandingkan hasil penelitian tersebut, ada perbedaan hasil penelitian mereka didalam jurnal ini, dan para pembaca dapat menyaringnya dari ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dan dipelajari selama perkuliahan. Saya sebagai pengreview jurnal ini juga kurang mengerti, karena masih dalam tahap pembelajaran terkadang masih belum terlalu paham tentang metadata koleksi perpustakaan digital, seperti judul dari jurnal ini.
            Banyak sekali hasil penelitian yang dipaparkan, sehingga dapat mempermudah para pembaca untuk memahaminya dan menambah ilmu pengetahuan bagi pembacanya.

IV.             Kelemahan penelitian
            Kelemahan dari jurnal ini menurut saya, diawal penjelasan seharusnya terlebih dahulu dijelaskan mengenai pengertian perpustakaan digital dan metadata tersebut secara jelas, sehingga pembaca mudah memahami dari awal, susunan dari jurnal ini sangat berantakan sehingga tidak beraturan, mudah dipahami dan dimengerti namun susunannya saja yang berantakan, sebagian diawal sudah dijelaskan namun diakhir juga didalam jurnal ini dituliskan lagi, seharusnya jika sudah ada diawal tidak perlu meletakkan pembahasan yang sama didalam jurnal ini untuk kedua kalinya, jadi menurut saya jurnal ini banyak sekali pemborosan kata.
            Hasil dari para peneliti memang banyak ada didalam jurnal ini, namun kesimpulan dari para peneliti tersebut tidak dibuatkan oleh penulis jurnal, menurut saya walaupun banyak sekali hasil penelitian yang dibanding-bandingkan dan dipaparkan, namun lebih baiknya penulis dari jurnal ini, membuat kesimpulan yang lebih rinci mengenai metadata dalam koleksi perpustakaan digital tersebut, sehingga para pembaca jurnal dan para pengreview jurnal ini tidak melhat kekurangan dari jurnal ini dan hanya kelebihan dari jurnal ini saja lah yang akan dilihat oleh para pembaca.

V.                Kesimpulan
            Hampir semua perpustakaan sudah menggunakan sistem digitalisasi untuk perpustakaan, dengan adanya digitalisasi diperpustakaan mempermudah untuk menyimpan data bahan perpustakaan tersebut kedalam komputer agar selalu tersimpan walaupun nantinya bentuk tercetaknnya sudah tidak ada lagi namun data aslinya masih tersimpan didalam digital tersebut.
           

VI.             Daftar Pustaka
Theller, Grace. (2018) More product, more process: metadata in digital image collections.



Komentar

  1. Aku sukaa😍 informasi nya lengkap dan bermanfaat.. sukses kakk🤗

    BalasHapus
  2. Wah bagus sekali kak. Semoga bisa menjadi bermanfaat ya kak bagi orang lain. Terkhususnya bagi mahasiswa ilmu perpustakaan. 😊😊

    BalasHapus
  3. Sudah lumayan bagus 😊
    Semoga bisa bermanfaat buat kita semua 👍

    BalasHapus
  4. Tulisannya bagus sangat bermanfaat ..sukses terus iya kak 😊😊

    BalasHapus
  5. Pada bidang perpustakaan metadata berarti inti dari informasi yang terkadung pada sumber informasi. Lain kali jika membaca sebuah topik yang tidak dipahami carilah sumber informasi pendukung lainnya. Not bad but not good enough. Tapi bolehlah diberikan nilai A

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAYANAN SIRKULASI DIPERPUSTAKAAN

            Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “ circulation ” yang mempunyai arti perputaran, peredaran, sulistyo (1993: 257) mengatakan salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering kali dikenal dengan nama sirkulasi, sering laki dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pemustaka serta paling sering digunakan pemustaka. Karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.             Jadi dapat disimpulakan bahwa pelayanan sirkulasi adalah pelayanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka yang dimilki oleh perpustakaan. Pada pelayanan sirkulasi ini dilakukan proses peminjaman bahan pustaka yang boleh dipinjam, penentuan jangka waktu peminjaman, pengembalian bahan pustaka yang dipi...
  Perpustakaan Sebagai Gudang Ilmu             Perpustakaan merupakan sebuah gedung atau ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan sebagai tempat penggunaan buku-buku dan sebagainya. Didalamnya terdapat banyak sekali jenis-jenis buku ilmu pengetahuan untuk semua kalangan, dari jenis buku anak-anak hingga dewasa. Setiap pengunjung perpustakaan bisa menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang untuk membaca dan meminjam buku atau koleksi yang ada didalam perpustakaan tersebut. Disetiap sekolah atau perguruan tinggi menyediakan perpustakaan sebagai pendorong minat baca dan menambah wawasan peserta didik dan para mahasiswa.             Perpustakaan sangat penting dalam kehidupan anak-anak supaya semakin berwawasan luas dan menjadi lebih cerdas. Adanya Perpustakaan sudah diwajibkan untuk setiap sekolah dan perguruan tinggi, karena Negara kita Indonesia kurang dal...

Jenis bahan pustaka tercetak dan non cetak

BAHAN PUSTAKA TERCETAK DAN NON CETAK             Pengertian Bahan Pustaka Bahan pustaka adalah  bagian dari koleksi  perpustakaan yang ada  di perpustakaan. Menurut Yulilia (1995: 3)  Bahan pustaka adalah kitab, buku”. Sedangkan menurut Bafadal (2001: 24) menyatakan ‘’bahwa bahan pustaka adalah salah satu koleksi perpustakaan yang berupa karya cetak seperti buku teks (buku pengunjung), buku fisik, dan buku referensi yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk di sajikan kepada pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi”. Untuk dapat memberikan informasi semaksimal mungkin kepada pengguna, maka perpustakaan harus berusaha menyediakan koleksi yang beraneka ragam, jenis dan bentuk, serta kandungan informasinya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Koleksi perpustakaan tidak terbatas hanya pada buku saja, tetapi meliputi segala macam bentuk cetak dan non cetak. Menurut Yulia (1995: 3) jeni...