Langsung ke konten utama

 

Perpustakaan Sebagai Gudang Ilmu

            Perpustakaan merupakan sebuah gedung atau ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan sebagai tempat penggunaan buku-buku dan sebagainya. Didalamnya terdapat banyak sekali jenis-jenis buku ilmu pengetahuan untuk semua kalangan, dari jenis buku anak-anak hingga dewasa. Setiap pengunjung perpustakaan bisa menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang untuk membaca dan meminjam buku atau koleksi yang ada didalam perpustakaan tersebut. Disetiap sekolah atau perguruan tinggi menyediakan perpustakaan sebagai pendorong minat baca dan menambah wawasan peserta didik dan para mahasiswa.

            Perpustakaan sangat penting dalam kehidupan anak-anak supaya semakin berwawasan luas dan menjadi lebih cerdas. Adanya Perpustakaan sudah diwajibkan untuk setiap sekolah dan perguruan tinggi, karena Negara kita Indonesia kurang dalam ilmu pengetahuan, maka dari itulah perlunya digiatkan kembali agar budaya membaca dan menulis lebih meningkat dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan mendorong setiap kalangan untuk lebih giat dalam hal menemukan ilmu pengetahuan, karena didalam perpustakaan dapat ditemukan segala jenis ilmu yang snagat penting bagi setiap kalangan.

             Hal pertama yang harus dilakukan agar dapat membangun semangat membaca buku adalah mengajak anak-anak sejak dini untuk membaca buku. Dengan mengajak mereka membaca dan mengenali buku-buku menjadi suatu harapan untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih cerdas dan berwawasan luas. Dengan membaca buku menjadikan pribadi kita dapat menyaring segala informasi yang bohong, sangat mudah didapatkan informasi bohong atau informasi yang tidak benar di kehidupan sehari-hari.

            Bimbingan kepada anak bangsa harus tetap diberikan bukan hanya di sekolah saja, namun dirumah juga harus ada bimbingan terus menerus dilakukan oleh orangtua. Orangtua khususnya wajib mengajak anak-anak untuk membaca buku setiap harinya diselingi dengan waktu bermain mereka. Bermula dari orangtualah yang dapat mendorong giatnya anak-anak untuk membaca, menirukan kepada mereka bahwa orangtua juga sangat menyukai membaca buku, agar mereka meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Baik yang diberikan orangtua maka hal baik pula lah yang dilakukan oleh anak-anak tersebut dan sebaliknya.

            Hal kedua yang harus dilakukan untuk meningkatkan budaya buku adalah dengan cara membeli buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anak. Jika masih anak-anak mereka lebih suka buku yang berwarna dan banyak gambarnya, sehingga mereka melihat buku tersebut sangat unik dan indah untuk dilihat. Dengan buku seperti itu akan mendorong mereka untuk suka membuka buku, melihat dan mulai membacanya, sehingga semangat yang ada di diri mereka menjadi lebih bergelora. Dengan kegiatan membaca yang dimulai sejak dini, waktu yang digunakan anak-anak tidak terbuang sia-sia seperti bermain handpone dan menonton televisi.

            Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca ialah dengan adanya perpustakaan yang berada di sekolah maupun perguruan tinggi. Lebih utamanya, perpustakaan perlu dibuatkan juga di dalam rumah supaya minat anak untuk giat membaca lebih besar, karena kalangan anak-anak masih perlu didikan sejak dini oleh orangtua. Maka dari itu perpustakaan di dalam rumah sangat perlu.

            Langkah terbaik yang harus dilakukan adalah seluruh anak Indonesia sejak dini diajarkan budaya membaca, menulis, berhitung dan sebagainya. Pengembangan literasi sangat penting dibawa oleh orangtua, guru pengajar dan masyarakat di sekitarnya. Untuk mempermudah literasi tersebut caranya dengan memperbanyak buku atau pun koleksi lainnya di dalam perpustakaan dan meratanya perpustakaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, baik di sekolah maupun di rumah, agar pengetahuan dan wawasan anak semakin luas.

Penulis : Marina Mutiara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAYANAN SIRKULASI DIPERPUSTAKAAN

            Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “ circulation ” yang mempunyai arti perputaran, peredaran, sulistyo (1993: 257) mengatakan salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering kali dikenal dengan nama sirkulasi, sering laki dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pemustaka serta paling sering digunakan pemustaka. Karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.             Jadi dapat disimpulakan bahwa pelayanan sirkulasi adalah pelayanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka yang dimilki oleh perpustakaan. Pada pelayanan sirkulasi ini dilakukan proses peminjaman bahan pustaka yang boleh dipinjam, penentuan jangka waktu peminjaman, pengembalian bahan pustaka yang dipi...

Jenis bahan pustaka tercetak dan non cetak

BAHAN PUSTAKA TERCETAK DAN NON CETAK             Pengertian Bahan Pustaka Bahan pustaka adalah  bagian dari koleksi  perpustakaan yang ada  di perpustakaan. Menurut Yulilia (1995: 3)  Bahan pustaka adalah kitab, buku”. Sedangkan menurut Bafadal (2001: 24) menyatakan ‘’bahwa bahan pustaka adalah salah satu koleksi perpustakaan yang berupa karya cetak seperti buku teks (buku pengunjung), buku fisik, dan buku referensi yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk di sajikan kepada pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi”. Untuk dapat memberikan informasi semaksimal mungkin kepada pengguna, maka perpustakaan harus berusaha menyediakan koleksi yang beraneka ragam, jenis dan bentuk, serta kandungan informasinya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Koleksi perpustakaan tidak terbatas hanya pada buku saja, tetapi meliputi segala macam bentuk cetak dan non cetak. Menurut Yulia (1995: 3) jeni...