Langsung ke konten utama

LAYANAN SIRKULASI DIPERPUSTAKAAN



            Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang mempunyai arti perputaran, peredaran, sulistyo (1993: 257) mengatakan salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering kali dikenal dengan nama sirkulasi, sering laki dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pemustaka serta paling sering digunakan pemustaka. Karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.
            Jadi dapat disimpulakan bahwa pelayanan sirkulasi adalah pelayanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka yang dimilki oleh perpustakaan. Pada pelayanan sirkulasi ini dilakukan proses peminjaman bahan pustaka yang boleh dipinjam, penentuan jangka waktu peminjaman, pengembalian bahan pustaka yang dipinjam dan pembuatan statistik peminjaman untuk membuat laporan perpustakaan.
Layanan sirkulasi menurut Herlina (2007: 116-119) yaitu layanan  yang berkaitan dengan peredaran bahan pustaka termasuk diantaranya keanggotaan, peminjaman, perpanjangan, pengembalian, penagihan dan penerbitan surat keterangan bebas perpustakaan (SKBP).
1.      Pendaftaran Keanggotaan
Untuk dapat meminjam bahan pustaka, seorang pemustaka harus memiliki kartu tanda anggota (KTA). Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi formulir (baik secara langsung maupun secara online), menunjukkan kartu identitas (KTP, Paspor, dsb).
2.      Peminjaman
Dalam meminjam seorang petugas sirkulasi akan melakukan verifikasi terhadap bahan pustaka dan KTP peminjaman.
3.      Perpanjangan
Layanan perpanjangan disediakan bagi pemustaka yang ingin memperpanjang jangka waktu peminjaman. Perpanjangan waktu peminjaman akan diberikan kecuali jika ada anggota yang lain memesan bahan pustaka tersebut melalui layanan reservasi.
4.      Pengembalian
Pengembalian bagi pemustaka cukup menyerahkan bahan pustaka yang telah dipinjam kepada petugas sirkulasi. Petugas sirkulasi akan memproses pengembalian bahan pustaka. Jika suatu bahan terlambat dikembalikan, maka petugas sirkulasi denda untuk keterlambatan sesuai dengan dengan ketentuan pada perpustakaan masing-masing.
5.      Penagihan
Bahan pustaka yanaga terlambat dikembalikan lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan akan diumumkan di papan pengumuman atau dengan mengirim surat ke alamat peminjaman.
6.      Surat keterangan bebas tagihan
Beberapa perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan instansi menetapkan suatu peraturan bahwa setiap anggota yang akan meninggalkan instansinya, diharuskan untuk mengambil surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bebas dari semua tagihan perpustakaan, termasuk denda yang belum dibayar.
Secara umum terdapat dua macam system penyelenggaraan layanan sirkulasi yang masing-masing berbeda dalam hal proses peminjaman koleksi, yaitu sistem layanan terbuka (open acces) dan sistem layanan tertutup (closed acces).
1.   Sistem layanan terbuka (open acces)
Sistem layanan terbuka adalah system layanan yang memungkinkan para pemustaka secara langsung dapat memilih , menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan. Pada system ini pemustaka dapat melakukan browsing bahan pustaka dari jajaran koleksi. Dengan kata lain pada sistem ini pemustaka dapat memilih dan mengambil koleksi yang telah disediakan secara bebas tanpa melalui petugas.
2.      Sistem layanan terbuka (closed acces)
                 layanan tertutup adalah sistem layanan perpustakaan yang tidak membolehkan pemustaka mengambil sendiri bahan pustaka diperpustakaan. Pengambilan bahan yang telah dipinjam dilakukan oleh petugas perpustakaan. Layanan tertutup membatasi pemustaka dalam mencari koleksi referensi yang disediakan oleh perpustakaan. Pemustaka hanya diperbolehkan mencari referensi dengan melihat katalog yang disediakan, sehingga pemustaka tidak dapat menemukan alternative dari abhan pustaka yang diperlukan. Petugas perpustakaan dalam sistem closed acces lebih dominan. Namun demikian, pada sistem layanan tertutup ini dapat meminimalisir kemungkinan kehilangan koleksi referensi dan pengaturan referensi di rak pun tidak mudah berantakan.



DAFTAR PUSTAKA
Luthfiyah, Fitwi. (2015). Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Layanan Perpustakaan, El-Idare : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.
Rahma, Elva. (2018). Akses dan Layanan Perpustakaan : Teori dan Aplikasi. Bandung : Prenada Media Group.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

  Perpustakaan Sebagai Gudang Ilmu             Perpustakaan merupakan sebuah gedung atau ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan sebagai tempat penggunaan buku-buku dan sebagainya. Didalamnya terdapat banyak sekali jenis-jenis buku ilmu pengetahuan untuk semua kalangan, dari jenis buku anak-anak hingga dewasa. Setiap pengunjung perpustakaan bisa menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang untuk membaca dan meminjam buku atau koleksi yang ada didalam perpustakaan tersebut. Disetiap sekolah atau perguruan tinggi menyediakan perpustakaan sebagai pendorong minat baca dan menambah wawasan peserta didik dan para mahasiswa.             Perpustakaan sangat penting dalam kehidupan anak-anak supaya semakin berwawasan luas dan menjadi lebih cerdas. Adanya Perpustakaan sudah diwajibkan untuk setiap sekolah dan perguruan tinggi, karena Negara kita Indonesia kurang dal...

Jenis bahan pustaka tercetak dan non cetak

BAHAN PUSTAKA TERCETAK DAN NON CETAK             Pengertian Bahan Pustaka Bahan pustaka adalah  bagian dari koleksi  perpustakaan yang ada  di perpustakaan. Menurut Yulilia (1995: 3)  Bahan pustaka adalah kitab, buku”. Sedangkan menurut Bafadal (2001: 24) menyatakan ‘’bahwa bahan pustaka adalah salah satu koleksi perpustakaan yang berupa karya cetak seperti buku teks (buku pengunjung), buku fisik, dan buku referensi yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk di sajikan kepada pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi”. Untuk dapat memberikan informasi semaksimal mungkin kepada pengguna, maka perpustakaan harus berusaha menyediakan koleksi yang beraneka ragam, jenis dan bentuk, serta kandungan informasinya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Koleksi perpustakaan tidak terbatas hanya pada buku saja, tetapi meliputi segala macam bentuk cetak dan non cetak. Menurut Yulia (1995: 3) jeni...