Informasi merupakan
hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang
menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata dan dapat
digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Sumber-sumber
informasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu sumber literatur primer, sumber literatur
sekunder dan sumber literatur tersier. Namun disini penulis hanya berfokus pada
satu literatur saja yakni sumber literatur sekunder.
Literatur Sekunder
Literatur
sekunder ialah dokumen yang memuat infromasi tentang dokumen primer, sebelumnya
dijelaskan terlebih dahulu mengenai litertur primer tersebut, supaya pembaca
lebih mudah memahaminya. Literatur primer ialah dokumen yang berisi informasi
mengenai penelitian asli, mengenai aplikasi teori baru maupun penjelasan
mengenai sebuah teori dalam disiplin ilmu. Literatur primer terdiri dari
majalah ilmah, laporan penelitian, paten, disertasi, kertas kerja konferensi,
kartu informasi, pra cetak (preprint).
Jadi
literatur sekunder merupakan dokumen yang memuat informasi tentang dokumen
primer. Dengan kata lain dokumen sekunder adalah dokumen rujukan yang berisi
informasi mengenai dokumen primer ataupun dokumen berupa bibliografi mengenai
dokumen primer.
Literatur sekunder mencakup beberapa koleksi yang ada diperpustakaan
yakni :
a. Bibliografi
Bibliografi adalah datar buku-buku
dalam bidang atau subjek tertentu, di mana hakekat keberadaan (lokasi )
buku-buku tersebut tidak dibatasi pada satu perpustakaan tertentu. Bibliografi
biasanya disusun menurut abjad pengarang atau krologis atau subjek. Tujuan
bibliografi adalah membantu membantu pemakai mengetahui eksistensi sebuah
dokumen atau mengidentifikasi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain sesuai
dengan keperluannya.
Contoh : Perpustakaan Nasional RI. Bibliografi Nasional Indonesia. Jakarta
:
Perpustakaan Nasional.
Adwityani S. Bibliografi Beranotasi tahun 1997-2002: Buku Bacaan Umum/Dewasa dan Remaja. Jakarta: Yayasan Buku Utama, 2004.
b. Katalog
Katalog dalam istilah perpustakaan
adalah sarana yang mendaftar seluruh koleksi perpustakaan. Dalam hal ini catalog
dapat dibedakan menjadi :
·
Katalog perpustakaan, yaitu daftar buku
atau koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan tertentu.
Contoh: Katalog Perpustakaan Pondok Pesantren Al-Hikam
Callimachus. Penakes.
Jerome Samuel. Katalog Beranotasi Ensiklopedi, Kamus, dan Daftar
Istilah
Bahasa Indonesia (1741-1995). Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia. 2001
·
Katalog Induk, daftar buku atau koleksi
yang tidak terbatas pada satu perpustakaan saja. Sudah tentu dalam katalog semacam
ini ada penunjukaan terhadap keberadaan koleksinya.
Contoh: Tabules Septe Custodiarum Super Bibliam
di Inggris tahun 1300.
Bataviaash
Genootschap van Kunsten en Wetenscap di Indonesia tahun
1850
Katalog Induk Disertasi Indonesia.
Jakarta: PDII-LIPI.
c. Indeks
Indeks adalah sarana fisik yang
mengacu kebagian koleksi dokumen yang secara potensial relevan dengan
permintaan informasi. Ada indeks yang menyatu dengan sebuah buku dan ada indeks
yang terpisah dengan bahan pustaka yang diindeksnya. Indeks bisa dikelompokkan
menjadi Indeks buku, Buku indeks, dan majalah indeks.
d. Abstrak
Abstrak
yang dimaksud disini adalah majalah abstrak yaitu terbitan berseri dengan frekuensi
teratur yang berisi sari karangan atau abstrak dari artikel penting dalam
subjek tertentu yang terbit dalam majalah primer. Dapat juga abstrak ini
berasal dari sari karangan monograf berasal dari hasil penelitian, paten, serta
sumber primer lain dalam bidang tertentu.
Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan
koleksi sekunder adalah:
·
Memberikan keterangan atau penjelasan
langsung dan mendasar suatu hal yang ingin diketahui untuk menghilangkan
keragu-raguan terhadap pengertian masalah tertentu.
·
Menambah perbendaharaan kata yang
dimiliki bukan hanya mengatahui suatu kata atau istilah, bahkan dapat
mengetahui keterangan dasarnya, baik mengenai asal kata/istilah, penggunaannya,
pengucapannya, sejarah, padanan kata, lawan kata dan sebagainya.
·
Dapat digunakan untuk mengetahui seluk
beluk serta keadaan suatu Negara atau tempat lain di dunia, bahkan mengenai
tempat yang belum pernah dikunjungi.
·
Menggambarkan riwayat hidup tokoh-tokoh
terkemuka dan terkenal, termasuk karya-karya, penghargaan yang diterima,
pengalaman mereka kiat-kiat suksesnya.
·
Meningkatkan keterampilan dan kemampuan
dalam menggunkan sumber informasi dasar.
·
Membantu para pustakwan dan juga para
pemakai lain dalam melakukan penelusuran infromasi.
I
NFORMASI SEKUNDER DALAM PERPUSTAKAAN
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi
bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian yang nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk
pengambilan suatu keputusan. Sumber-sumber informasi dibagi menjadi tiga bagian
yaitu sumber literatur primer, sumber literatur sekunder dan sumber literatur tersier.
Namun disini penulis hanya berfokus pada satu literatur saja yakni sumber literatur
sekunder.
Literatur Sekunder
Literatur
sekunder ialah dokumen yang memuat infromasi tentang dokumen primer, sebelumnya
dijelaskan terlebih dahulu mengenai litertur primer tersebut, supaya pembaca
lebih mudah memahaminya. Literatur primer ialah dokumen yang berisi informasi
mengenai penelitian asli, mengenai aplikasi teori baru maupun penjelasan
mengenai sebuah teori dalam disiplin ilmu. Literatur primer terdiri dari
majalah ilmah, laporan penelitian, paten, disertasi, kertas kerja konferensi,
kartu informasi, pra cetak (preprint).
Jadi
literatur sekunder merupakan dokumen yang memuat informasi tentang dokumen
primer. Dengan kata lain dokumen sekunder adalah dokumen rujukan yang berisi
informasi mengenai dokumen primer ataupun dokumen berupa bibliografi mengenai
dokumen primer.
Literatur sekunder mencakup beberapa koleksi yang ada diperpustakaan
yakni :
a. Bibliografi
Bibliografi adalah datar buku-buku
dalam bidang atau subjek tertentu, di mana hakekat keberadaan (lokasi )
buku-buku tersebut tidak dibatasi pada satu perpustakaan tertentu. Bibliografi
biasanya disusun menurut abjad pengarang atau krologis atau subjek. Tujuan
bibliografi adalah membantu membantu pemakai mengetahui eksistensi sebuah
dokumen atau mengidentifikasi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain sesuai
dengan keperluannya.
Contoh : Perpustakaan Nasional RI. Bibliografi Nasional Indonesia. Jakarta
:
Perpustakaan Nasional.
Adwityani S. Bibliografi Beranotasi tahun 1997-2002: Buku Bacaan Umum/Dewasa dan Remaja. Jakarta: Yayasan Buku Utama, 2004.
b. Katalog
Katalog dalam istilah perpustakaan
adalah sarana yang mendaftar seluruh koleksi perpustakaan. Dalam hal ini catalog
dapat dibedakan menjadi :
·
Katalog perpustakaan, yaitu daftar buku
atau koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan tertentu.
Contoh: Katalog Perpustakaan Pondok Pesantren Al-Hikam
Callimachus. Penakes.
Jerome Samuel. Katalog Beranotasi Ensiklopedi, Kamus, dan Daftar
Istilah
Bahasa Indonesia (1741-1995). Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia. 2001
·
Katalog Induk, daftar buku atau koleksi
yang tidak terbatas pada satu perpustakaan saja. Sudah tentu dalam katalog semacam
ini ada penunjukaan terhadap keberadaan koleksinya.
Contoh: Tabules Septe Custodiarum Super Bibliam
di Inggris tahun 1300.
Bataviaash
Genootschap van Kunsten en Wetenscap di Indonesia tahun
1850
Katalog Induk Disertasi Indonesia.
Jakarta: PDII-LIPI.
c. Indeks
Indeks adalah sarana fisik yang
mengacu kebagian koleksi dokumen yang secara potensial relevan dengan
permintaan informasi. Ada indeks yang menyatu dengan sebuah buku dan ada indeks
yang terpisah dengan bahan pustaka yang diindeksnya. Indeks bisa dikelompokkan
menjadi Indeks buku, Buku indeks, dan majalah indeks.
d. Abstrak
Abstrak
yang dimaksud disini adalah majalah abstrak yaitu terbitan berseri dengan frekuensi
teratur yang berisi sari karangan atau abstrak dari artikel penting dalam
subjek tertentu yang terbit dalam majalah primer. Dapat juga abstrak ini
berasal dari sari karangan monograf berasal dari hasil penelitian, paten, serta
sumber primer lain dalam bidang tertentu.
Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan
koleksi sekunder adalah:
·
Memberikan keterangan atau penjelasan
langsung dan mendasar suatu hal yang ingin diketahui untuk menghilangkan
keragu-raguan terhadap pengertian masalah tertentu.
·
Menambah perbendaharaan kata yang
dimiliki bukan hanya mengatahui suatu kata atau istilah, bahkan dapat
mengetahui keterangan dasarnya, baik mengenai asal kata/istilah, penggunaannya,
pengucapannya, sejarah, padanan kata, lawan kata dan sebagainya.
·
Dapat digunakan untuk mengetahui seluk
beluk serta keadaan suatu Negara atau tempat lain di dunia, bahkan mengenai
tempat yang belum pernah dikunjungi.
·
Menggambarkan riwayat hidup tokoh-tokoh
terkemuka dan terkenal, termasuk karya-karya, penghargaan yang diterima,
pengalaman mereka kiat-kiat suksesnya.
·
Meningkatkan keterampilan dan kemampuan
dalam menggunkan sumber informasi dasar.
·
Membantu para pustakwan dan juga para
pemakai lain dalam melakukan penelusuran infromasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Subrata, Gatot. (2009). Kajian Ilmu
Perpustakaan: Literatur Primer, Sekunder dan Tersier Jurnal.
Rochadi, Aip. (2009). Analisis
Penggunaan Sumber Informasi dalam Tesis Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor.
Keren lah pokok'e lek :) :v
BalasHapusPanjang infonya kak makasih hehe ditunggu selanjutnya
BalasHapusInfonya bagus terimakasih hehehe
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusInfonya bagus dek abg suka terimakasihh
BalasHapusiya terimaksih bnyak abangku :)
HapusBgus mbak
BalasHapusMantep mba mar... 👍
BalasHapusGud kaka... moga makin giat lagi nulis artikelnyaa😍😍👍👍
BalasHapusSangat bagus, memang di jaman melenial ini perpustakaan memang sudah selayaknya
BalasHapus